TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO – Sejak beberapa waktu lalu, pemerintah selalu menggaungkan efisiensi anggaran untuk berbagai bidang.
 
Meski demikian, di sejumlah pos, pemerintah rupanya masih royal menggelontorkan anggaran. 
 
Tidak terkecuali untuk TNI di Bojonegoro.
 
Kehadiran satuan TNI baru di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendapatkan alokasi anggaran fantastis dari pemerintah.

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengalokasikan anggaran mencapai Rp426 miliar pada 2026 untuk membiayai belanja pegawai dan operasional satuan TNI baru di wilayah tersebut.

Ratusan milyar anggaran negara itu dialokasikan untuk kebutuhan Batalyon Infanteri (Yonif) dan Brigade Infanteri (Brigif) yang berada di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

Besarnya anggaran tersebut terungkap dari data penyaluran belanja pemerintah pusat melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro.

Kepala KPPN Bojonegoro Teguh Ratno Sukarno mengatakan, hingga Agustus 2026, realisasi anggaran Kementerian Pertahanan di wilayah kerja KPPN Bojonegoro telah mencapai sekitar Rp216 miliar, atau sekitar 50 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp426 milyar.

“Anggaran itu (Rp426 miliar) hanya untuk belanja pegawai dan operasional. Sedangkan untuk pembangunan gedung, langsung dari Jakarta,” kata Teguh dikutip rabu (9/9/2026).

Namun, angka tersebut tidak serta-merta menggambarkan seluruh anggaran TNI di Bojonegoro. Sebab, terdapat sejumlah anggaran dan satuan kerja yang penyalurannya tidak melalui KPPN Bojonegoro.

Sementara itu bila dibandingkan dengan anggaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Alokasi anggaran Kementerian Pertahanan yang disalurkan melalui KPPN Bojonegoro jauh lebih besar.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *