
jatimnow.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Inovasi Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis SDGs pada 27-29 Juni 2026 di Denpasar, Bali.
Kegiatan yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa itu menjadi forum berbagi praktik baik sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan program pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
FGD diikuti dosen, peneliti, pelaksana pengabdian, mitra perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, serta sejumlah pemangku kepentingan. Forum ini menjadi ruang ilmiah untuk mempresentasikan capaian program pengabdian, mengevaluasi implementasi di lapangan, dan menyusun strategi pengembangan program yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unesa, Muhammad Turhan Yani mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pencapaian SDGs melalui Tri Dharma, terutama pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pengabdian harus mampu menjawab persoalan masyarakat secara berkelanjutan, bukan sekadar melaksanakan program jangka pendek.
“Melalui Focus Group Discussion ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh program pengabdian yang dilakukan Unesa memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals,” ujar Turhan Yani, dalam siaran resminya, Kamis (10/9/2026).
Ia menambahkan bahwa penguatan inovasi, kolaborasi, dan evaluasi menjadi aspek penting agar setiap program pengabdian memberikan manfaat yang terukur. Karena itu, diseminasi hasil pengabdian perlu terus dilakukan sebagai sarana berbagi pengalaman sekaligus memperluas penerapan praktik-praktik yang telah terbukti berhasil.
Dalam forum ini, para peserta memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan di sejumlah daerah. Program-program itu meliputi pemberdayaan UMKM berbasis digital, pengembangan desa berbasis potensi lokal, penguatan literasi dan pendidikan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi tepat guna, pelatihan kewirausahaan, pengembangan media pembelajaran inovatif, hingga pendampingan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber