
BANGKALAN, investor.id – Rencana pembangunan kawasan industri baru di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mulai memasuki tahap persiapan. Sejumlah investor asal Uni Emirat Arab (UEA) dan China siap terlibat dalam pengembangan industri yang diharapkan mendorong aktivitas ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
CEO PT Wiraraja Madura International, Ma’ruf Maulana, mengatakan pengembangan kawasan industri akan dilakukan di sejumlah titik di Bangkalan. Pada tahap awal, pengembang menyiapkan lahan seluas 70–80 hektare yang saat ini masih dalam proses pembebasan.
“Masa saya di luar bisa membangun, di Madura sendiri tidak bisa? Ini harus berjalan,” ujarnya.
Ma’ruf mengatakan kawasan industri tersebut akan mencakup sejumlah sektor usaha. Beberapa di antaranya adalah bioetanol, pengolahan santan dan produk turunannya, furnitur, spring bed, tekstil, benang, plastik, karton, hingga panel surya.
Pengembangan industri tersebut juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Bangkalan. Ma’ruf menargetkan mayoritas tenaga kerja yang direkrut berasal dari putra-putri daerah.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, calon pekerja akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu di fasilitas industri yang berada di Batam. Setelah menjalani pelatihan, mereka akan ditempatkan di kawasan industri yang dikembangkan di Bangkalan.
“Bulan depan saya butuh 10 orang dulu, kemudian sekitar 50 orang untuk dilatih di Batam,” katanya.
Ma’ruf juga meminta dukungan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif. Menurut dia, dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting agar investor dapat merealisasikan rencana pengembangan industri di Bangkalan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber