
Magetan, blok-a.com – Data desil dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan sosial mendapat perhatian Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro.
Suyatni mengakui data yang tersaji belum tentu selalu menggambarkan kondisi riil masyarakat. Karena itu, ia mendorong masyarakat tidak hanya mengeluhkan posisi desil, tetapi ikut terlibat dalam proses verifikasi dan perbaikan data dari tingkat paling bawah.
Menurutnya, dalam DTSEN masyarakat telah dikelompokkan berdasarkan desil 1 hingga 10. Kelompok desil tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran program bantuan.
“Di DTSEN itu sudah ada digolong-golongkan di warga RT tersebut, ada desil 1, kelompok 1, kelompok 2, kelompok 3, sampai kelompok 10. Yang berat menerima bantuan desil 1 sampai 5,” ujar Suyatni usai menghadiri paripurna DPRD, Kamis (10/9/2026).
Namun, persoalannya adalah akurasi data. Suyatni menyebut dalam praktiknya masih memungkinkan terjadi kesalahan karena proses pendataan awal dilakukan melalui sensus atau pendataan langsung ke rumah warga.
Dalam kondisi tertentu, petugas tidak bertemu dengan warga yang hendak didata. Bahkan, ia membuka kemungkinan adanya informasi yang tidak sesuai ketika proses pendataan berlangsung.
“Seringkali juga yang didatangi di rumah tersebut warganya enggak ada. Mungkin ada petugas yang sebenarnya tidak benar, misalnya begitu lalu ngarang. Mungkin ya, mungkin,” katanya.
Karena itu, menurut Suyatni, hasil pendataan awal tidak boleh dipandang sebagai data yang tidak bisa dikoreksi. Justru proses setelah sensus menjadi bagian penting untuk memastikan data benar-benar sesuai kondisi masyarakat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber