TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Proses pembersihan dan konservasi Cikar Mbah Gleyor di Desa/Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, terus dilakukan setelah benda cagar budaya tersebut menjadi sasaran vandalisme.

Memasuki hari kedua, proses konservasi mulai menunjukkan hasil. Cat yang sebelumnya menempel pada permukaan kayu cikar secara bertahap berhasil dibersihkan menggunakan metode khusus agar tidak merusak material aslinya.

Cikar Mbah Gleyor sendiri telah masuk dalam inventarisasi cagar budaya. Proses konservasi dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur bersama tim juru pelihara dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri.

Konservator BPK Jawa Timur, Ahmad Latif, mengatakan metode pembersihan yang digunakan mengacu pada hasil uji coba yang telah dilakukan sebelumnya pada Agustus 2026.

Cat yang menempel pada permukaan cikar terdiri dari tiga warna. Untuk cat putih, tim menggunakan alkohol. Sementara cat berwarna cokelat dan hijau dibersihkan menggunakan etil asetat.

“Untuk yang cat berwarna cokelat sama hijau itu ditambahi dengan etil asetat. Dilunakkan kemudian dilap, lalu diulangi lagi. Di akhir juga tetap diulangi dengan alkohol,” jelas Latif, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Cara tersebut dilakukan agar cat akibat vandalisme dapat dihilangkan tanpa mengganggu material asli kayu Cikar Mbah Gleyor.

Setelah seluruh cat selesai dibersihkan, tim konservator akan melanjutkan proses perawatan material kayu.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *