
Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melepas ratusan tukik (anak penyu) di kawasan Pantai Jolosutro, Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Aksi konservasi ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam merawat kelestarian satwa pesisir yang populasinya kian terancam.
Bupati Blitar Rijanto menegaskan bahwa penyu merupakan fauna dilindungi yang membutuhkan perhatian bersama.
Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, pelepas liaran tukik ke habitat alaminya diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem laut selatan.
“Penyu ini termasuk satwa yang rentan punah. Kami bersama jajaran melepas anak-anak penyu ini agar mereka bisa kembali ke laut lepas, bertahan hidup, dan berkembang biak secara alami,” ujar Rijanto pada Jumat (11/9/2026).
Ia menambahkan, agenda pelepasan tukik tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremoni semata. Pemerintah mendorong terbangunnya kesadaran kolektif masyarakat pesisir untuk ikut menjaga kebersihan pantai dan menghentikan perburuan liar.
Usai melepaskan ratusan tukik, Bupati Rijanto beserta rombongan bergerak meninjau progres pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates. Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai target.
Rijanto menyoroti pentingnya penyelesaian JLS agar akses transportasi dari Kabupaten Blitar menuju wilayah Kabupaten Malang dapat segera tersambung penuh.
“Pembangunan JLS ini harus terakselerasi dengan baik. Begitu jalur ini beroperasi penuh, konektivitas antarwilayah makin lancar, roda ekonomi warga Blitar Selatan akan terangkat, dan kawasan wisata pantai makin ramai dikunjungi wisatawan,” ungkapnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber