
jatimnow.com – Krisis air bersih meluas di Tulungagung akibat musim kemarau berkepanjangan. Ribuan warga dari sembilan desa di Tulungagung mengalami kekurangan air bersih di musim kemarau ini.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto mengatakan, berdasarkan data permintaan bantuan air dari desa semakin bertambah akibat bencana kekeringan. Pada September 2026, total ada sembilan desa dari lima kecamatan di Tulungagung yang krisis air bersih.
Adapun sembilan desa yang mengalami krisis air bersih yakni Desa Kalidawe Kecamatan Pucanglaban, Desa Rejosari dan Joho Kecamatan Kalidawir, Desa Sebalor Kecamatan Bandung, Desa Pakisrejo dan Kresikan Kecamatan Tanggunggunung, Desa Gamping Kecamatan Campurdarat, Desa Keboireng, Besuki dan Gamping Kecamatan Besuki.
“Desa Sebalor Kecamatan Bandung paling banyak mendapat droping bantuan air bersih karena permintaan tinggi,” ujarnya, Jumat (11/8/2026).
Bencana kekeringan di Tulungagung sudah terjadi sejak Juli 2026. Wilayah pertama yang mengalami kekurangan air bersih berada di Desa Kalidawe Kecamatan Tanggunggunung. BPBD Tulungagung mencatat ada sebanyak 2.804 warga yang terdampak bencana kekeringan. Saat ini mereka harus lebih hemat dalam menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dari sembilan desa yang mengalami kekeringan ada 2.804 warga yang terdampak kekurangan air bersih,” terangnya.
Desa-desa yang mengalami kesulian air bersih dapat meminta bantuan kepada BPBD Tulungagung. Nantinya petugas akan melakukan droping bantuan air bersih secara berkala kepada warga yang terdampak kekeringan.
“Total bantuan air bersih yang sudah disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan mencapai 39 rit,” pungkasnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber