
PAKAR geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi informasi mengenai keberadaan patahan atau sesar aktif di wilayah Surabaya yang belakangan viral di media sosial. Menurutnya, informasi tersebut belum terverifikasi secara ilmiah sehingga tidak seharusnya memicu kekhawatiran berlebih.
Dosen luar biasa Departemen Teknik Geofisika ITS tersebut menjelaskan bahwa keberadaan patahan Surabaya sebenarnya bukan hal baru dan telah menjadi bagian dari penelitian geologi sebelumnya.
Amien mengungkapkan bahwa ITS bersama Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI telah mempublikasikan penelitian mengenai peta patahan di Jawa Timur pada tahun 2024.
“Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat dua patahan, yaitu patahan Surabaya dan patahan Waru,” ujar Amien di Surabaya, Kamis (10/9).
Ia menambahkan bahwa kedua patahan tersebut memang memiliki potensi aktif dan tercatat pernah mengalami pergerakan di masa lalu. Temuan ini juga selaras dengan peta patahan Indonesia yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) pada tahun yang sama.
Meskipun keberadaan jalur patahan yang melintasi Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan telah teridentifikasi, Amien menegaskan bahwa status keaktifannya saat ini masih memerlukan kajian mendalam.
“Patahan yang melewati Surabaya, Sidoarjo hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi aktif. Kita harus memahami bahwa ada patahan yang aktif dan tidak aktif. Untuk menyebutnya sebagai patahan aktif, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut berdasarkan bukti dan kajian ilmiah,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Amien mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk memperkuat sistem mitigasi bencana. Beberapa poin penting yang disoroti meliputi:
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber