:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Sosok-Guru-Besar-UGM-yang-Kritik-Putusan-MK-Soal-MBG-Dipisah-dari-Dana-Pendidikan-Paling-Lambat-2028.jpg)
SURYA.CO.ID MADIUN – DPRD Kota Madiun meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperketat SOP penyediaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah puluhan siswa SDN 2 Kanigoro mengalami keracunan usai menyantap makanan tersebut pada Jumat, 11 September 2026.
Insiden itu membuat sebagian siswa dan wali murid masih mengalami trauma sehingga DPRD meminta kondisi tersebut dihormati, sembari mendorong evaluasi menyeluruh terhadap penyediaan makanan MBG.
Ketua Komisi 1 DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, menegaskan kehati-hatian dalam setiap tahapan penyediaan makanan harus menjadi perhatian seluruh SPPG. Evaluasi diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Didik juga meminta semua pihak menghormati wali murid maupun siswa yang enggan menerima menu MBG karena masih trauma dengan insiden tersebut.
“Kalau memang saat sekarang masih trauma, itu hal yang wajar. Karena baru saja kejadian, kita butuh untuk memberikan pemahaman pada mereka,” imbuhnya.
Didik menilai program MBG di Kota Madiun sejauh ini berjalan cukup baik. Insiden di SDN 2 Kanigoro menjadi evaluasi agar pelaksanaan program tersebut semakin baik ke depan.
Ia berharap penyelenggaraan MBG di Kota Madiun justru dapat menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya di wilayah Karesidenan Madiun.
Menurut Didik, program MBG tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain mendukung pemenuhan gizi anak dan upaya meminimalkan stunting, program tersebut juga membantu meringankan pengeluaran orang tua.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber