:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Trauma-Buntut-Keracunan-MBG-Madiun-DPRD-Minta-Sekolah-Hormati-Wali-Murid-yang-Tolak-Menu-Program.jpg)
SURYAMALANG.COM, MADIUN – Seluruh korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SDN 2 Kanigoro telah dipastikan pulih usai mendapatkan perawatan medis dari tim kesehatan RSUD Kota Madiun, Jawa Timur dan Puskesmas Sukosari.
Meski kondisi fisik 28 siswa serta dua guru berangsur membaik tanpa ada yang menjalani rawat inap, insiden tersebut memicu rasa cemas mendalam bagi para wali murid.
Menanggapi situasi psikologis pasca-kejadian, DPRD Kota Madiun meminta pihak sekolah dan penyedia layanan untuk menghormati sikap orang tua maupun siswa yang memilih menolak menu MBG sementara waktu.
Dari total 30 korban keracunan yang terdiri atas 28 siswa dan dua guru, sebanyak 17 orang dilarikan ke RSUD Kota Madiun dengan rincian 16 siswa dan satu guru.
Gejala keracunan yang dibawa ke RSUD Kota Madiun memang lebih berat dibandingkan yang ditangani di Puskesmas Sukosari, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sukosari, Kecamatan Kartoharjo.
Akan tetapi, setelah mendapatkan perawatan, kondisi siswa dan guru yang dirawat di RSUD Kota Madiun berangsur stabil.
Dirut RSUD Kota Madiun, Muhammad Nur, memastikan tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap dan boleh pulang hari itu juga, Rabu (9/9/2026).
“Tidak ada yang rawat inap, Semua langsung pulang setelah mendapat perawatan di UGD,” kata Muhammad Nur, Jumat (11/9/2026)
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber