
Jombang (beritajatim.com) – Ribuan orang mengelilingi tumpeng yang tersaji di halaman Gedung Serbaguna (GSG) Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang. Setelah doa dibacakan, nasi berbentuk kerucut dengan berbagai lauk khas tradisional itu segera disantap bersama.
Satu tumpeng dikerumuni oleh beberapa orang. Tidak ada jarak antara panitia, relawan, santri, kiai, maupun para tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Semua melebur dalam satu suasana yang sama: rasa syukur, kebersamaan, dan haru setelah berhasil menuntaskan amanah besar Muktamar ke-35 NU.
Malam itu, Kamis (10/9/2026), menjadi momen yang tidak sekadar menandai pembubaran Panitia Muktamar ke-35 NU. Lebih dari itu, acara tersebut menjadi perpisahan emosional bagi ribuan orang yang selama berhari-hari mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktu demi suksesnya perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Sekitar tiga ribu panitia dan relawan memenuhi halaman GSG Hasbullah Said PPBU Tambakberas. Banyak dari mereka seolah masih berat meninggalkan kebersamaan yang terbangun sejak masa persiapan hingga pelaksanaan muktamar.
Suasana malam itu kembali menghadirkan atmosfer Muktamar ke-35 NU. Sejak sore, massa mulai berdatangan ke lokasi yang sebelumnya menjadi pusat kegiatan rapat pleno muktamar. Panggung besar berdiri di halaman gedung, dihiasi aneka bunga dan sorotan lampu yang membuat suasana semakin semarak.
Lantunan selawat nabi dari grup hadrah turut mengiringi acara. Seakan membawa kembali kenangan tentang hiruk pikuk muktamar yang beberapa waktu sebelumnya memenuhi kawasan pesantren.
Padahal, Muktamar ke-35 NU di PPBU Tambakberas Jombang telah selesai dengan sukses dan ditutup Presiden Prabowo pada 31 Agustus 2026. Lalu, pondok pesantren yang didirikan pada 1825 tersebut kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Santri kembali belajar, sementara para kiai kembali mengajar.
Namun, bagi keluarga besar Tambakberas dan seluruh panitia, perjalanan muktamar belum sepenuhnya menjadi masa lalu. Ada cerita perjuangan, kebersamaan, dan pengabdian yang melekat kuat dalam ingatan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber