BOJONEGORO – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mulai dilakukan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bojonegoro. Seleksi atlet cabang olahraga (cabor) bola voli indoor resmi dimulai di GOR Sport Center Polres Bojonegoro, Sabtu (12/9/2026), sebagai bagian dari proses menjaring putra-putri terbaik yang akan membawa nama Kabupaten Bojonegoro di kancah olahraga tingkat provinsi hingga nasional.

Seleksi tersebut dibuka langsung oleh AKBP Yenni Diarty, S.I.K., M.H., Kapolres Bojonegoro selaku Ketua Umum PBVSI Kabupaten Bojonegoro.

Sebanyak 110 atlet mengikuti proses seleksi, terdiri atas 73 atlet putra dan 37 atlet putri Mereka akan menjalani proses seleksi secara bertahap dengan penilaian yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga aspek fisik, mental, psikologis, kecerdasan emosional, serta kemampuan membangun kerja sama dalam sebuah tim.

Dalam sambutannya, AKBP Yenni Diarty menegaskan bahwa bola voli merupakan olahraga beregu yang membutuhkan kekuatan kolektif. Kemampuan individu memang penting, namun tidak akan cukup untuk membawa sebuah tim meraih prestasi apabila tidak diiringi kekompakan dan kesatuan antarpemain.

“Karena atlet-atlet ini nantinya akan membawa nama Bojonegoro ke kancah provinsi sampai nasional, tentu mereka akan menghadapi persaingan dari tim-tim kabupaten lain. Oleh karena itu, harapan dari seleksi ini adalah benar-benar dapat menjaring atlet yang memiliki kompetensi,” ujarnya.

Menurutnya, dalam permainan bola voli tidak ada istilah satu pemain menjadi yang paling kuat atau paling mahir seorang diri. Setiap pemain memiliki peran yang saling melengkapi sehingga dibutuhkan sebuah tim yang solid, mampu bermain bersama, bersatu, dan menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.

“Voli ini adalah olahraga bersama atau tim. Tidak ada yang satu kuat atau satu mahir. Semua harus betul-betul memiliki satu tim yang solid, yang bersama dan bersatu, bisa bermain secara tim. Dan itu tidak mudah,” tegasnya.

Karena itu, proses seleksi diharapkan mampu melihat potensi atlet secara menyeluruh. Para pelatih tidak hanya dituntut mengukur kecanggihan teknik seorang pemain, tetapi juga memperhatikan karakter dan kondisi psikologis masing-masing atlet.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *