
Madiun (ANTARA) – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular, Usia Lanjut, Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun Tri Hari Wahyuningtyas mengatakan penyakit tidak menular menjadi tantangan kesehatan yang semakin besar, termasuk di Kota Madiun.
“Dengan memperkuat koordinasi dan kolaborasi dari semua lintas masyarakat, diharapkan pencegahan serta pengendalian hipertensi di masyarakat dapat optimal,” ujarnya dalam kegiatan Koordinasi Program PTM (Hipertensi) di Madiun, Jawa Timur, Jumat.
Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Madiun mencatat hipertensi dan diabetes melitus menjadi penyakit tidak menular dengan jumlah kasus terbanyak yang ditangani melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Jumlah peserta yang tercatat menderita hipertensi mencapai 14.201 orang, sedangkan pasien diabetes melitus sebanyak 12.785 orang. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah karena terdapat warga yang belum terdeteksi.
Tri mengatakan koordinasi program tersebut diharapkan meningkatkan sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mendukung deteksi dini, pengendalian faktor risiko, serta peningkatan capaian hipertensi terkendali di Kota Madiun.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi forum untuk mendalami berbagai tantangan dalam pelaksanaan program pencegahan yang dilakukan pemerintah kota sekaligus mencari solusi yang lebih tepat dan efisien.
“Harapannya, melalui koordinasi ini kita bisa memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menangani penyakit tidak menular, khususnya hipertensi,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber