Gresik (beritajatim.com)- Di atas ranjang Puskesmas Tambak, Issiyeh hanya bisa menunggu. Kehamilan keduanya membutuhkan penanganan di rumah sakit rujukan, tetapi perjalanan menuju daratan Jawa justru menjadi persoalan baru.

Perempuan 39 tahun asal Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, itu mendapat rujukan setelah pemeriksaan menunjukkan posisi bayi dalam kandungan sungsang.

Yang membuat situasi semakin rumit, akses menuju rumah sakit rujukan tidak mudah. Jalur laut terkendala cuaca, sementara penerbangan dari Bawean sudah penuh.

Suami Issiyeh, Sunni, menceritakan persoalan kesehatan istrinya bermula pada 20 Agustus 2026. Saat itu, Issiyeh mengalami demam dan tubuh terasa panas.

Keluarga sebenarnya telah mendapat anjuran dari dokter spesialis RSUD Umar Mas’ud Bawean untuk membawa Issiyeh ke rumah sakit. Namun, anjuran tersebut belum dijalankan.

Beberapa hari kemudian, pada 28 Agustus 2026, Issiyeh memeriksakan diri ke bidan. Kondisinya kembali diperiksa setelah masuk Puskesmas Tambak pada Kamis (10/9) malam. Sehari berikutnya, rujukan diberikan.

“Rujukan tersebut karena kondisi kandungan bayi istri saya sungsang saat diberitahu petugas Puskesmas Tambak,” ujar Sunni, Minggu (13/9/2026).

Awalnya, persalinan direncanakan ditangani di RSUD Umar Mas’ud. Namun, saat itu dokter spesialis kandungan rumah sakit tersebut sedang berada di daratan Jawa.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *