
Mojokerto, blok-a.com – Keprihatinan mendalam menyelimuti insan pers di Kabupaten dan Kota Mojokerto atas kabar hilangnya kontak lima jurnalis dan tiga kru kapal saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Sebagai bentuk solidaritas dan ikhtiar batin, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya menggelar aksi menyalakan lilin dan doa bersama di halaman Sekretariat PWI Mojokerto Raya, Jalan Pekayon No. 99, Kecamatan Kranggan, pada Sabtu (12/9/2026).
Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Puluhan anggota PWI Mojokerto Raya, bersama sejumlah tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat, hening sejenak sembari menyalakan lilin. Cahaya kecil dari puluhan lilin tersebut menjadi simbol harapan agar proses pencarian terhadap rekan-rekan mereka yang hilang segera membuahkan hasil.
Lima jurnalis yang hingga kini masih dalam status hilang kontak dan menjadi fokus perhatian nasional antara lain:
1. M Bagus Khoirunnas, jurnalis Kantor Berita Antara Biro Banten.
2. Ari Basuki, jurnalis Merdeka.com.
3. Yudhis, jurnalis iNews.
4. Daus, jurnalis Kantor Berita Anadolu.
5. Donal Husni, jurnalis lepas.
Mereka dikabarkan hilang kontak bersama tiga kru lainnya saat bertugas di zona berbahaya sekitar kawah Anak Krakatau.
Doa bersama dalam acara tersebut dipimpin oleh M. Zainudin, wartawan Jatimpos.co.id yang akrab disapa “Ustadz” oleh kalangan jurnalis di Mojokerto. Doa-doa dipanjatkan khusus untuk keselamatan para jurnalis, ketabahan keluarga yang menunggu, serta kelancaran tim SAR dalam melakukan pencarian.
Ketua PWI Mojokerto Raya, Aminuddin Ilham, menyatakan bahwa kegiatan ini murni lahir dari rasa kepedulian sesama insan pers. Ia menekankan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab besar menyampaikan informasi, namun sering kali harus berhadapan dengan risiko tinggi di lapangan.
“Doa bersama ini adalah bentuk solidaritas kami sebagai sesama jurnalis. Kami berharap proses pencarian lima rekan jurnalis dan tiga kru yang hilang kontak dapat berjalan lancar dan mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Aminuddin.
Ia menambahkan, nyala lilin yang dinyalakan peserta merupakan simbol harapan agar cahaya keselamatan menyertai para korban dan keluarga mereka.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber