TRIBUNJATIM.COM, SURABAYABMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur memprediksi dampak El Nino menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama.

Kondisi tersebut juga memicu terjadinya peningkatan suhu dan kecepatan angin di seluruh wilayah Kota/Kabupaten Jawa Timur.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama menghadapi fenomena alam tersebut.

Sekaligus terus memantau atau memperbarui semua informasi secara berkala melalui kanal media sosial resmi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno memaparkan, dengan dampak El Nino yang membuat musim kemarau lebih panjang, maka awal musim hujan tahun ini diperkirakan mundur di Desember Dasarian 1.

“Tren suhu meningkat mulai September. Suhu tertinggi Lamongan mencapai 36 derajat celcius,” papar Anung, dihubungi sambungan telepon, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, puncak peningkatan suhu diprediksi Oktober, dengan menyentuh angka 37 derajat Celcius, khususnya di pesisir utara.

Selain peningkatan suhu, fenomena alam tersebut juga memicu angin kencang, dengan kecepatan bisa di atas 30 kilometer/jam.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *