
Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah sekaligus menjaga keberlanjutan dan identitas lokal. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pembangunan dan Pengembangan Potensi Daerah.
“Arsitektur tidak hanya soal kemegahan, tetapi harus berpihak kepada masyarakat. Dengan kolaborasi bersama IAI, kami ingin terus memastikan ruang publik, taman kota, hingga tata ruang wilayah melibatkan arsitek agar pembangunan lebih nyaman, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
MoU tersebut ditandatangani Ipuk bersama Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy di Banyuwangi. Kerja sama ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kualitas pembangunan infrastruktur dan tata ruang di Banyuwangi.
Keterlibatan arsitek juga akan didorong dalam pengembangan berbagai fasilitas daerah, mulai dari ruang publik, bangunan pemerintahan dan fasilitas pelayanan masyarakat hingga kawasan pariwisata.
Ipuk mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada aspek fisik. Menurutnya, pembangunan juga perlu memperhatikan kenyamanan masyarakat, keberlanjutan lingkungan serta karakter yang menjadi identitas Banyuwangi.
Banyuwangi, kata Ipuk, telah menjalankan konsep pembangunan hijau selama lebih dari 14 tahun. Dalam perkembangannya, banyak bangunan publik di daerah tersebut juga melibatkan tenaga arsitek.
“Kita ingin pembangunan daerah tetap berkarakter dan tidak kehilangan jati diri, namun pada saat yang sama memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan,” kata Ipuk.
Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy mengatakan kerja sama tersebut menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem arsitektur di Banyuwangi sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber