
Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 745 kafilah dari berbagai lembaga pendidikan dan pondok pesantren resmi bersaing dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Blitar 2026. Ajang yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Ulum pada 15–17 September 2026 ini disiapkan secara khusus untuk menjaring talenta terbaik menuju MTQ XXXII Tingkat Jawa Timur 2027 di Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan dibuka resmi pada Selasa (15/9/2026). Pj Sekretaris Daerah Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, hadir membacakan sambutan Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin (Mas Ibin).
Dalam pesannya, Mas Ibin menekankan bahwa MTQ tidak boleh sekadar menjadi arena berburu piala. Lebih dari itu, ajang ini harus menjadi ruang pembentukan sumber daya manusia yang cerdas sekaligus memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh.
“MTQ memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas dan sehat, tetapi juga beriman, berakhlakul karimah, memiliki nilai-nilai peradaban yang luhur, serta menjunjung tinggi kerukunan di tengah kebhinnekaan,” ujar Mas Ibin dalam sambutannya.
Mas Ibin menilai tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan teknologi harus beriringan dengan kekuatan karakter berbasis nilai Al-Qur’an.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Blitar, Gigih Mardana, menjelaskan bahwa 745 peserta yang lolos seleksi administrasi berasal dari pondok pesantren, madrasah diniyah, TPQ, sekolah umum, hingga madrasah se-Kota Blitar.
Tahun ini, MTQ Kota Blitar mempertandingkan sembilan cabang dalam 18 golongan, termasuk dua cabang baru yang mulai diperkenalkan, yakni Qira’ah Sab’ah dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
“Alhamdulillah, respons peserta sangat positif. Penilaian juga kami serahkan kepada 27 dewan hakim yang telah menandatangani pakta integritas demi menjamin penilaian yang objektif, adil, dan independen,” jelas Gigih.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber