TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO – Kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin meluas akibat kemarau panjang yang terjadi sepanjang 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mencatat sebanyak 62 desa di 18 kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Bahkan, jumlah wilayah terdampak masih berpotensi bertambah seiring musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga penghujung tahun.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan wilayah yang terdampak kekeringan masih mungkin meluas.

Menurutnya, berdasarkan analisis dan prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini berpotensi bakal berlangsung berlangsung hingga Desember 2026, bahkan berlanjut sampai Januari 2027.

“Sebagaimana prediksi BMKG kemarau masih berlangsung hingga Desember nanti, atau Januari, dan dampaknya kemungkinan juga bakal meluas,” ungkap Heru, dikutip selasa (15/9/2026).

Penanganan saat ini, lanjut Heru, BPBD Bojonegoro bersama sejumlah instansi dan organisasi terus melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak.

“Hingga saat ini, dropping air bersih telah dilakukan sebanyak 439 kali ke berbagai desa yang mengalami krisis air,” sambungnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *