Kabupaten Malang, blok-a.com – Ketua PC Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi atau Gus Rozi, menduga adanya kepentingan pribadi di balik polemik akses Bendungan Lahor yang sebelumnya berlangsung. Hingga memicu dugaan kekerasan terhadap anggota DPRD yang dilakukan oleh Hadi Wiyono alias Pak Dur pada Jumat (11/9/2026) lalu.

Dugaan kekerasan kepada anggota DPRD Kabupaten Malang ini direspons oleh massa Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang. Pihak yang kemudian menggelar pernyataan di gedung DPRD Kabupaten Malang. Bahkan aksi massa bergerak menuju kediaman Pak Dur yang berada di Kecamatan Sumberpucung pada Selasa (15/9/2026).

Gus Rozi menilai persoalan pembukaan akses Bendungan Lahor sebenarnya telah menemukan solusi setelah akses bendungan kembali dibuka. Karena itu, ia mempertanyakan apabila persoalan tersebut masih terus dipersoalkan dan dikaitkan dengan kepentingan masyarakat.

Ia menambahkan, apabila aspirasi yang disampaikan benar-benar berkaitan dengan kepentingan masyarakat, persoalan tersebut seharusnya dapat dibuka dan dibahas secara bersama-sama, termasuk dengan DPRD dan pemerintah daerah.

Namun, ia menilai persoalan menjadi berbeda apabila kepentingan masyarakat hanya digunakan sebagai pembungkus kepentingan pribadi maupun bisnis.

“Tapi kalau kemudian itu adalah kepentingan pribadi yang dibungkus dengan kepentingan masyarakat, kepentingan bisnisnya, maka saya rasa semuanya sepakat untuk menolak itu semua,” tegasnya.

Gus Rozi juga meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak ragu melakukan pemeriksaan terhadap usaha yang diduga melanggar aturan.

“Kalau kemudian dilakukan pemeriksaan, usaha atau bisnis itu adalah usaha yang tidak sesuai dengan aturan, kami mohon jangan ragu-ragu Bapak Bupati, Satpol PP, Polres untuk melakukan pemeriksaan terhadap usaha-usaha yang ada itu,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *