TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Di balik semakin meluasnya wilayah krisis air bersih akibat musim kemarau panjang di Kabupaten Bangkalan, Madura, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menerima kabar baik dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Memasuki pekan kedua bulan September, jumlah desa kriris air bersih bertambah menjadi 44 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Bangkalan.

Padahal sekitar satu pekan sebelumnya, jumlah desa terdampak kekeringan masih sebanyak 25 desa di 7 kecamatan. 

“Sepertinya ini tambahan usulan permintaan air bersih yang terakhir. Karena berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, memang desa-desa di kecamatan-kecamatan itu saja,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja, kepada TribunMadura.com, Senin (14/9/2026). 

44 desa krisis air bersih itu meliputi dua desa di Kecamatan Blega; Desa Bates dan Desa Panjalinan.

Selanjutnya, enam desa di Kecamatan Sepulu; Desa Kelbung, Gunelap, Kapayan, Bangsereh, Gangseyan, dan Saplasah. 

Di Kecamatan Tanah Merah terdapat enam desa yang meliputi Desa Batangan, Pangeleyan, Padurungan, Pacentan, Dlambah Dajah, dan Desa Kranggan Barat.

“Kecamatan Arosbaya yang sebelumnya empat desa, kini menjadi enam desa yang meliputi Desa Batonaong, Desa Ombul, Desa Pandan Lanjang, dan Glagga, Desa Manokan, dan Desa Karang Duwek,” jelas Arif. 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *