Jhebbhumè merupakan tradisi masyarakat Bangkalan yang bermakna menyelamati bumi atau tanah tempat mereka tinggal. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai bentuk ikhtiar ketika seseorang memiliki keinginan atau tujuan tertentu, tetapi merasa kesulitan untuk mencapainya.

Jhebbhumè umumnya dilaksanakan pada bulan Rasol dalam istilah Madura, atau Rabiul Akhir dalam kalender Hijriyah. Bulan tersebut diyakini sebagai waktu untuk melaksanakan berbagai bentuk selamatan. Namun, bagi sebagian masyarakat yang memahami tradisi Jhebbhumè, pelaksanaannya dapat dilakukan setiap malam Jum’at Wage atau Jum’at Legi yang biasanya berlangsung sebulan sekali.

Pelaksanaan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk ikhtiar agar kondisi bumi atau tempat tinggal yang ditempati senantiasa dalam keadaan baik dan terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan.

Salah seorang kiai kampung, Jusuf mengatakan, Jhebbhumè biasanya dilaksanakan di tengah halaman rumah sebagai wujud selamatan terhadap bumi yang ditempati. Menurutnya, waktu yang dianggap paling tepat untuk melaksanakan tradisi tersebut adalah menjelang shalat Maghrib.

“Di Jhebbhumè ada yang namanya menyelamati tretan se keempat (saudara yang ada dalam tubuh), sedangkan yang kelima adalah tubuhnya sendiri. Hal itu bisa digambarkan dengan ketan berwarna putih, diberi gula merah, kunyit, daun pandan, dan ketan hitam yang harus diberi telur,” ujarnya kepada NU Online Jatim, Selasa (15/09/2026).

Selain ketan dengan berbagai warna, dalam Jhebbhumè juga digunakan tujuh butir telur ayam Madura yang telah direbus. Menurut Jusuf, telur tersebut menjadi salah satu simbol kondisi bumi yang ditempati.

“Kalau telurnya kelihatan bagus, berarti buminya sangat baik. Namun, hal itu juga harus selaras dengan kondisi buminya. Kadang telurnya bagus, tetapi buminya yang tidak baik. Kulit telur itu kemudian dikubur bersama kembang dan jarum yang berjumlah tujuh buah,” terangnya.

Jusuf menuturkan, jarum dalam tradisi tersebut dimaknai sebagai simbol untuk mempertajam bumi. Jarum-jarum tersebut ditempatkan di bagian sudut dan tengah area atau tanah yang ditempati.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *