
Surabaya (beritajatim.com) – Pelajar SMKN 1 Tulungagung berhasil memproduksi 3,5 ton melon Inthanon pada panen perdana. Budidaya pertanian modern ini memanfaatkan teknologi cerdas AutoGrow dan sistem hidroponik.
Inovasi tersebut terpusat pada lahan greenhouse seluas 949 meter persegi. Para siswa menerapkan Nutrient Film Technique yang memungkinkan efisiensi air tingkat tinggi untuk menopang pertumbuhan ribuan tanaman.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi capaian ini saat meninjau langsung panen perdana, Minggu (13/9/2026) lalu. Ia melihat perubahan nyata dari pemanfaatan lahan kosong menjadi kawasan budidaya produktif.
“Menurut saya ini adalah proses yang sangat luar biasa yang bisa dicontoh oleh SMK-SMK kita yang punya jurusan pertanian,” kata Aries di Surabaya, Senin (14/9/2026).
Aries mendorong sekolah vokasi agar tidak berhenti pada teori kelas. Praktik pertanian di Jatim harus terhubung langsung dengan dunia usaha serta menghasilkan produk bernilai jual tinggi.
“Saya sanjung mereka karena mereka sudah siap betul menjadi petani kreatif dan petani yang berwirausaha,” ungkap Aries.
Kepala SMKN 1 Tulungagung Ning Fadlillah menjelaskan, sistem AutoGrow terhubung langsung dengan perangkat pintar. Murid memantau tingkat kelembapan suhu hingga menentukan masa panen lewat telepon seluler.
“Anak-anak tidak hanya menanam. Mereka juga mengecek melalui handphone dengan sistem AutoGrow, memantau kelembapan dan memastikan tingkat kemanisan melon,” jelas Ning.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber