
Jember (beritajatim.com) – Ada kejadian langka dalam sidang paripurna akhir Perubahan APBD 2026 di gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Tidak biasanya, Bupati Muhammad Fawait dan Fraksi PDI Perjuangan saling melempar pujian.
Saling puji ini tidak lazim, mengingat sejak Bupati Fawait dilantik pada 20 Februari 2025, PDI Perjungan memposisikan diri sebagai kelompok kritis di parlemen.
Beberapa pekan sebelum paripurna Perubahan APBD 2026, nuansa ketegangan terasa, menyusul aksi boikot politik PDIP terhadap sidang paripurna persetujuan bersama Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. PDIP menolak keras rencana Pemkab Jember berutang kepada pemerintah pusat.
Namun ketegangan mencair, saat juru bicara Fraksi PDIP Candra Ary Fianto memuji program kesehatan Pemkab Jember di hadapan hadirin sidang paripurna. Dia berterima kasih terhadap respons cepat Pemkab Jember dalam menangani kasus-kasus kesehatan.
“Saya mengambil kesimpulan bahwa program Cinta Kesehatan Kabupaten Jember, alhamdulillah membawa dampak luar biasa. Kami mengapresiasi itu,” kata Candra disambnt tepuk tangan hadirin.
Tak hanya untuk warga Jember. Program kesehatan itu, menurut Candra, membuka ruang kepada masyarakat Jawa Timur untuk bisa menerima manfaat dari Pemerintah Kabupaten Jember.
“Mari sama-sama kita doakan Dr. H. Muhammad Fawait agar semua keinginan dan cita-citanya segera terkabul dan diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” katanya.
Saat diberikan kesempatan memberikan sambutan di ujung sidang paripurna, Bupati Fawait membalas pujian dari PDI Perjuangan. Dengan nada bercanda, Ia mencurigai doa Candra. “Saya curiga ini antara berdoa atau ‘mengusir’ saya,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber