Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur menyatakan penerapan sistem tunnel memberikan dampak peningkatan produksi garam yang sepanjang Januari-Agustus 2026 telah mencapai 45.038,25 kilogram dari sepanjang 2025 sebanyak 16.072,88 kilogram.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring di Malang, Rabu, mengatakan, melalui sistem tunnel keberlangsungan produksi relatif tidak lagi bergantung pada musim tapi dapat berlangsung sepanjang tahun.

“Dengan menggunakan sistem tunnel, maka memungkinkan proses produksi garam dapat dilakukan sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun hujan. Untuk jumlah produksi sepanjang 2026 atau selama periode Januari-Agustus 2026 mencapai 45.038,25 kilogram dan sepanjang 2025 16.072,88 kilogram,” kata Victor.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Malang, dari total 45.038,25 kilogram produksi garam wilayah setempat, kawasan Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo menjadi lokasi dengan jumlah produksi tertinggi dengan total 39.586,90 kilogram.

Jumlah produksi garam dari Pantai Modangan pada Januari-Agustus 2026 mengalami peningkatan sebesar 28.691,79 kilogram dari sepanjang periode 2025 yang sebanyak 10.895,11 kilogram.

Peningkatan produksi garam juga terjadi di lokasi lainnya, yakni di Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan dari 1.269,58 kilogram di 2025 menjadi 1.614,45 kilogram pada periode Januari-Agustus 2026.

Sedangkan, untuk Pantai Perawan, Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, produksi garam mengalami penurunan sebesar 71,29 kilogram atau dari 3.908,19 kilogram pada 2025 menjadi 3.836,90 kilogram pada Januari-Agustus 2026.

Adapun total luas keseluruhan lahan produksi untuk komoditas garam di ketiga titik tersebut mencapai 1,11 hektare dengan jumlah seluruh sarana tunnel mencapai 62 unit.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *