Yogyakarta, IDN Times – PSIM Jogja memutuskan tetap berada di Surabaya setelah menghadapi Persebaya pada Minggu (13/9/2026). Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan pertandingan berikutnya melawan Madura United pada Jumat (18/9/2026).

Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menjaga kebugaran pemain. Menurutnya, manajemen dan tim pelatih telah menyepakati tim tetap di Surabaya agar pemain memiliki waktu istirahat yang cukup setelah menjalani laga melawan Persebaya.

“Manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk menetap di Surabaya demi mencegah kelelahan pemain akibat perjalanan. Setelah menjalani pertandingan yang ketat melawan Persebaya, para pemain sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup,” ujarnya dilansir laman resmi PSIM.

Iksan mengatakan PSIM Jogja mempertimbangkan kondisi fisik pemain setelah menjalani pertandingan berat di Surabaya. Tim menghindari perjalanan jauh dalam waktu berdekatan karena dinilai dapat memengaruhi kebugaran pemain.

Selain menjaga kondisi fisik, keputusan menetap di Surabaya juga mempertimbangkan efisiensi perjalanan menuju Pamekasan. Dibandingkan kembali ke Yogyakarta lebih dulu, tim dinilai memiliki waktu persiapan yang lebih panjang jika tetap berada di Surabaya.

“Jika tim dipaksakan kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu, beban fisik akan bertambah dan berisiko menurunkan performa,” tegasnya.

Selama berada di Surabaya, tim pelatih PSIM Jogja memanfaatkan waktu untuk fokus pada pemulihan fisik, pemenuhan gizi dan nutrisi pemain, serta pematangan taktik. Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan skuad sebelum bertandang ke Pamekasan menghadapi Madura United.

“Sisa waktu ini kami optimalkan sepenuhnya untuk pemulihan fisik (recovery), pengawasan asupan gizi, dan pematangan taktik,” tambahnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *