:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342677/original/093902500_1788785368-Adrian_Purzycki.jpg)
Bola.com, Yogyakarta – PSIM Yogyakarta memilih menetap di Surabaya seusai melawan Persebaya pada lanjutan BRI Super League 2026/2027. Keputusan itu diambil demi menjaga kondisi fisik pemain sebelum melakoni laga tandang berikutnya.
Laskar Mataram baru saja menghadapi Persebaya Surabaya dalam pekan kedua di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026). PSIM kalah tipis 0-1 dalam laga tersebut.
Lima hari berselang, PSIM sudah harus bertanding lagi. Mereka akan menyambangi markas Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9/2026).
“Manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk menetap di Surabaya demi mencegah kelelahan pemain akibat perjalanan. Setelah menjalani pertandingan melawan Persebaya, para pemain sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup,” ujar Manajer PSIM, Iksan Mahar, pada Selasa (15/9/2026).
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Iksan menyebut tim sengaja menghindari perjalanan panjang dalam waktu singkat. Menurutnya, kondisi fisik pemain perlu dijaga setelah melakoni pertandingan berat kontra Persebaya.
Selain faktor kebugaran, efisiensi perjalanan juga menjadi pertimbangan PSIM. Dari Surabaya, trip menuju Pamekasan dinilai lebih praktis ketimbang kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu.
“Dengan menetap di Surabaya tim juga memiliki waktu lebih panjang dalam mempersiapkan laga selanjutnya. Jika dipaksakan kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu, beban fisik akan bertambah dan berisiko menurunkan performa,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber