
Tuban (beritajatim.com) – Seorang pria ditemukan tewas di dalam sumur dengan posisi gantung diri di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, diduga mengakhiri hidupnya karena putus asa akibat sakit yang dideritanya.
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Mokhamad Iksan, S.H., mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 09.30 WIB ditemukan orang yang meninggal dunia dengan posisi gantung diri di dalam sumur di belakang rumah yang beralamat di Jalan Brawijaya Gang II.
“Korban berinisial AEM (44) laki-laki, saat itu saksi ibunya sendiri tengah mencari korban di dalam kamarnya. Namun korban tidak ada, kemudian ibunya mengecek di belakang rumah dan saat melihat sumur, korban posisinya sudah terikat lehernya,” ujar Iksan, sapanya, Rabu (16/09/2026).
Melihat anaknya yang meninggal dunia di dalam sumur, ibu korban langsung meminta tolong kepada tetangga dan menelepon adik korban untuk segera melaporkan kepada polisi.
“Di karenakan posisi jenazah korban sulit dievakuasi, Polsek Tuban berkoordinasi dengan petugas BPBD Tuban meminta bantuan untuk mengeluarkan jenazah korban dari sumur,” imbuhnya.
Lanjut, dari hasil olah TKP korban ditemukan dalam posisi bergelantungan di dalam sumur dengan posisi leher terikat tali tampar warna biru yang diikatkan di tiang sumur. Korban menggunakan topi warna hitam, berkaos warna merah, dan bercelana pendek warna biru.
“Hasil pemeriksaan dari petugas kesehatan Kebonsari dan tim Inafis Polresta Tuban tidak ditemukan tanda kekerasan, tetapi ditemukan di kemaluan korban mengeluarkan sperma, dubur, serta keluar kotoran,” jelas Iksan.
Selain itu, pada leher korban juga terdapat luka bekas ikatan tali serta di mulut korban terdapat sisa obat kimia atau obat pembasmi rumput yang berwarna hijau. Sementara, hasil keterangan keluarga korban bahwa korban ini memang lagi sakit stroke sudah 2 tahun.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber