TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Padi biasanya dipanen sesuai dengan umur dan waktu tanamnya. Namun, pemandangan berbeda terjadi di lahan demplot Dusun Kedungpring, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Varietas padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang ditanam paling belakangan justru menjadi yang pertama dipanen.

Keunikan itu terlihat dalam panen raya GP 65 Bogor yang digelar Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati, Kamis (17/9/2026).

Di lahan demplot tersebut, GP 65 Bogor ditanam setelah sejumlah varietas lain, yakni Inpari 32, Inpari 49, dan Inpari 42.

Panen raya tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan kepala daerah dari PDI Perjuangan, di antaranya Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, serta Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo meminta hasil uji coba padi GP 65 Bogor di Kabupaten Jombang tidak langsung dijadikan patokan untuk pengembangan secara luas.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu menyebut produktivitas dalam demplot GP 65 di Jombang berada di kisaran rata-rata 10 ton per hektare. Namun, ia menilai capaian tersebut masih perlu diuji melalui beberapa musim tanam.

“Ini kan masih demplot. Variannya cukup banyak. Tapi kalau kemudian tadi kira-kira rata-rata bisa 10 ton per hektare, menurut saya itu sudah surprise, luar biasa,” ucap Ganjar kepada awak media termasuk Tribunjatim.com usai panen raya, Kamis (17/9/2026).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *