Madiun (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur melakukan pengecekan kesiapan petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL) guna memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api (KA).

Vice President PT KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi di Madiun, Kamis mengatakan pengecekan dilakukan dengan kegiatan tilik PJL yang merupakan kegiatan pengawasan lapangan yang secara rutin dilakukan jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun.

“Melalui kegiatan tilik PJL ini, kami ingin memastikan seluruh aspek keselamatan di lapangan berjalan dengan baik. Kami juga memberikan semangat kepada para petugas agar senantiasa disiplin, fokus, dan menjalankan tugas sesuai SOP. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara konsisten,” ujar Ali Afandi.

Kegiatan tilik PJL bertujuan untuk melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi risiko operasional di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang.

Dalam kegiatan tilik PJL, jajaran manajemen Daop 7 Madiun melakukan pengecekan terhadap kondisi sarana dan prasarana perlintasan serta memastikan para petugas PJL menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Vice President Ali Afandi turut memberikan motivasi dan semangat kepada para frontliner yang bertugas di perlintasan. Menurutnya, peran petugas PJL sangat penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan bahwa kegiatan tilik PJL merupakan bentuk nyata pengawasan manajemen terhadap pelaksanaan tugas di lapangan sekaligus upaya berkelanjutan untuk memitigasi risiko yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.

“Tilik PJL ini menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 7 Madiun untuk terus memastikan seluruh petugas di perlintasan menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak hanya aspek administrasi dan operasional yang kami periksa, tetapi juga kondisi kesehatan petugas, karena faktor manusia menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” kata Tohari.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *