
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) mendorong SMK bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan tidak hanya fokus pada praktik pembelajaran, tetapi juga mengembangkan produksi dan kewirausahaan untuk mendukung ketahanan pangan.
Aries Agung Paewai Kepala Dindik Jatim mengatakan, langkah tersebut akan diawali dengan pemetaan SMK yang memiliki konsentrasi keahlian pertanian, perkebunan, dan perikanan untuk kemudian diperkuat sesuai potensi masing-masing sekolah.
“Saya akan memetakan semua SMK kita yang punya jurusan pertanian, perkebunan, perikanan. Saya ingin perkuat mereka di jalur itu,” terangnya, Jumat (18/9/2026).
Aries mengatakan, penguatan tersebut penting untuk menghubungkan pendidikan vokasi dengan program ketahanan pangan, termasuk dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Jangan sampai hilang momentum itu. Selama ini mereka hanya bagian dari proses belajar, tidak pada proses bagaimana mereka betul-betul menyiapkan ketahanan pangan yang sebenarnya,” ucapnya.
Ia mencontohkan salah satu sekolah yang mengembangkan lahan menjadi ruang pembelajaran produktif melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yakni SMKN 1 Tulungagung.
Sekolah tersebut telah menjalankan program pertanian, peternakan dan perikanan yang dikembangkan dengan kemitraan dunia usaha. Menurutnya, pola tersebut membuat kegiatan pembelajaran tidak hanya menghasilkan keterampilan murid, tetapi juga produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Jangan hanya menganggap sebagai bagian dari proses pembelajaran, tapi harus ada hasilnya. Hasilnya itu mereka bisa bermitra dengan dunia usaha,” ujarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber