:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kebakaran-Cagar-Alam-Gunung-Merapi-Ungup-ungup-di-Pegunungan-Ijen-Banyuwangi.jpg)
SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI – Kebakaran di Pegunungan Ijen, Banyuwangi, yang terjadi pada awal September 2026 lalu dan berlangsung selama sekitar sepekan menghanguskan sekitar 1.500 hektare lahan hutan.
Luasan itu berpotensi meluas setelah ditemukan titik api baru sejak Rabu (16/9/2026) sore.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mencatat, kebakaran pertama pada awal September lalu mencakup dua lokasi, yakni Cagar Alam (CA) Gunung Merapi Ungup-ungup dan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah ijen.
“Luasan kebakaran kemarin 1.496 hektare di kawasan cagar alam dan 56 hektare di taman wisata alam. Jadi total 1.500-an hektare lebih,” kata Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (18/9/2026).
Patria menyebut, luasan tersebut berpotensi bertambah apabila kebakaran di titik api baru di wilayah punggung bukit CA Gunung Merapi Ungup-ungup tak lekas padam.
Lokasi api sulit terlihat secara kasat mata dan susah dijangkau karena berada di punggung bukit.
Kobaran api dan bumbungan asap terlihat melalui rekaman video dan foto drone hasil pemantauan para petugas di lapangan.
Pihak BBKSDA masih memantau titik api. Upaya antisipasi agar rembetan api tak meluas ke jalur pendakian TWA Kawah Ijen juga dilakukan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber