
Ponorogo (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menangani krisis air bersih yang melanda warga Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Khofifah tidak hanya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dia juga membuka opsi pembangunan jaringan pipanisasi jika ditemukan sumber air yang bisa dimanfaatkan. Langkah itu disiapkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi kekeringan yang setiap tahun menghantui sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Khofifah mengatakan Dusun Dungus masuk dalam wilayah yang mengalami kekeringan. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Menurutnya, terdapat 24 kabupaten di Jawa Timur yang memiliki titik-titik wilayah dengan kondisi kekeringan.
“Berdasarkan pemetaan dari BPBD Ponorogo, desa ini kategori yang mengalami kekeringan. Di Jawa Timur ini ada 24 kabupaten, di titik tertentu ada yang pada posisi kering ekstrim,” kata Khofifah, di sela-sela penyaluran air bersih, Sabtu (19/9/2026).
Menghadapi kondisi tersebut, Pemprov Jatim telah menjalankan berbagai langkah penanganan. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca atau OMC. Khofifah mengatakan penyemaian dilakukan ketika BMKG mendeteksi adanya awan yang masuk ke daratan Jawa Timur.
“Nah, sebetulnya Pemprov sendiri sudah melakukan sangat banyak ikhtiar sejak tanggal 3 September yang lalu, kalau BMKG itu mendeteksi ada awan yang masuk ke daratan Jawa Timur, maka kita melakukan penyemaian dan itu jadi hujan ringan sampai dengan sedang,” ungkapnya.
“Kalau misalnya di desa ini terkonfirmasi ada titik air terdekat, saya rasa kita bisa bersama-sama untuk membangun konektivitas pipanisasi agar air itu bisa dialirkan ke desa ini, karena kita juga melakukan itu di berbagai daerah,” kata Khofifah.
Menurutnya, pembangunan jaringan pipa memungkinkan sumber air yang berada di lokasi lain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Skema tersebut telah diterapkan di sejumlah wilayah yang menghadapi persoalan serupa. Karena itu, opsi tersebut juga terbuka untuk warga Dusun Dungus jika sumber air yang layak ditemukan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber