Sarjana Manajemen Pendidikan Islam – STIT – Al Urwatul Wutsqo Jombang (2019), Magister Manajemen Pendidikan Islam – Unipdu Jombang (2023). Jurnalis, Akademisi dan Penulis Buku, Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, religi, seni, budaya dan sejarah.

JOMBANG – Jalanan Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berubah menjadi panggung pertunjukan pada Sabtu (26/9/2026) malam kemarin.

Puluhan ribu warga memadati sepanjang rute Bandung Carnival 2026 untuk menyaksikan parade kostum dan kreativitas warga yang digelar sejauh 1,9 kilometer.

Tak sekadar menjadi hiburan, karnaval tahunan tersebut juga ikut menggerakkan roda perekonomian warga. Panitia memperkirakan perputaran ekonomi dari berbagai kebutuhan kegiatan mencapai sekitar Rp2 miliar hingga Rp4 miliar.

Bandung Carnival 2026 diikuti 19 tim yang seluruhnya berasal dari warga Desa Bandung. Tahun ini, mereka mengusung tema “The Evolution Synergy”, yang menggambarkan perkembangan kreativitas masyarakat sekaligus keterbukaan terhadap pengaruh budaya yang berkembang di era modern.

Kepala Desa Bandung, Anang Fauzi, mengatakan konsep karnaval tahun ini dibuat lebih luas dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya peserta lebih banyak menampilkan budaya Nusantara, kini mereka diberi ruang untuk mengeksplorasi budaya populer dari berbagai negara, termasuk Jepang.

“Kalau tahun-tahun kemarin hanya mengangkat budaya Nusantara, untuk tahun ini kita mulai memperluas lagi. Ada penampilan dari Bushido Jepang dan tokoh-tokoh anime yang sekarang digemari Gen Z,” kata Anang saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *