:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-Pelabuhan-Kalianget-Sumenep-Madura-Distribusi-kebutuhan-pokok-menuju-Pulau-Raas.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Distribusi kebutuhan pokok menuju Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, sempat terganggu setelah delapan mobil pikap pengangkut barang batal menyeberang dari Pelabuhan Kalianget Sumenep menggunakan KMP Dharma Kartika, Minggu (27/9/2026).
Persoalan bermula ketika satu kendaraan tidak diizinkan masuk ke dalam kapal karena kapasitas angkutan dinyatakan penuh.
Keputusan itu membuat tujuh sopir lainnya memilih tidak ikut berlayar sebagai bentuk solidaritas, sehingga seluruh kendaraan pengangkut logistik batal diberangkatkan.
Mereka juga mempertanyakan alasan pembatalan, padahal seluruh kendaraan telah mendaftar untuk mengikuti pelayaran.
Salah seorang sopir pikap, Anwar, mengaku heran karena selama ini delapan kendaraan pengangkut barang selalu dapat diberangkatkan dalam satu pelayaran menuju Pulau Raas.
“Biasanya delapan mobil pengangkut barang bisa menyeberang semua. Kali ini satu kendaraan tidak diperbolehkan naik dengan alasan kapal sudah penuh,” tuturnya.
Menurutnya, penundaan keberangkatan bukan hanya merugikan para sopir, tetapi juga berpotensi menghambat pasokan kebutuhan masyarakat kepulauan.
“Kami harus segera menyeberang sesuai jadwal karena membawa kebutuhan pokok masyarakat. Ada juga barang yang mudah busuk,” ucapnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber