
Grup tongtong Putra Siding Puri Desa Parsanga Kecamatan Kota saat mengikuti Festival Musik Tongtong Sumenep 2026. (Istimewa)
JawaPos.com – Musik tongtong tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan berbagai kegiatan di Sumenep, Madura.
Kesenian tradisional yang identik dengan bunyi-bunyian khas tersebut juga terus mendapat ruang untuk berkembang melalui festival yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, kesenian khas Kota Keris tersebut hampir selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang digelar di Kota Keris.
Bukan hanya tampil sebagai pengisi acara, Pemkab Sumenep juga rutin memberikan ruang khusus melalui berbagai festival musik tongtong. Sebuah langkah strategi sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberadaan musik tradisional Madura.
Hal ini sekaligus membuka ruang bagi para pelakunya untuk terus berkreasi. Perhatian itu mendapat apresiasi dari para pelaku musik tongtong.
Mereka menilai dukungan pemerintah sangat penting agar kesenian tradisional tersebut tetap hidup dan tidak kehilangan regenerasi di tengah perkembangan musik modern.
Seperti yang diungkapkan koordinator Grup Musik Tongtong Putra Siding Puri, Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, Ahmad Eko Wahyudi bahwa dukungan Pemkab Sumenep terhadap musik tongtong terus dirasakan para pelaku seni. Salah satunya melalui festival yang digelar secara rutin setiap tahun.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber