Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) – Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) terekam mengalami erupsi sebanyak enam kali selama tiga jam, dengan tinggi letusan hingga 900 meter di atas puncak pada Senin (28/9) pukul 18.14 WIB hingga 21.01 WIB.

Erupsi Semeru terjadi pada pukul 18.14 WIB dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 400 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

“Tidak selang lama kemudian, tepatnya pukul 18.35 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi kembali pada pukul 18.53 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak dan abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

Pada pukul 20.06 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik teramati sektar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

“Terjadi erupsi kembali pukul 20.42 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” katanya.

Erupsi keenam terjadi pada pukul 21.01 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status Siaga tersebut, masyarakat pun tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *