:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bupati-Sidoarjo-Subandi-bersama-sejumlah-pihak-saat-membahas-pembangunan-Flyover-Gedangan.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Rencana pembangunan Flyover Gedangan memasuki tahap pematangan desain dengan konsep yang tidak sekadar mengejar kebutuhan lalu lintas saat ini.
Pemkab Sidoarjo bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali sepakat mematangkan skema right of way (ROW) enam lajur dua arah untuk proyek tersebut.
Enam lajur itu akan melayani arus kendaraan dari dan menuju dua arah utama, yakni Surabaya dan Sidoarjo.
Pilihan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kapasitas lalu lintas dalam jangka panjang. Pemkab Sidoarjo memperkirakan desain empat lajur akan lebih cepat mencapai titik jenuh sehingga kurang mampu mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas di kawasan Gedangan.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, penggunaan enam lajur diharapkan dapat menjaga kapasitas flyover hingga sekitar tiga dekade mendatang.
“Kalau kita menggunakan enam lajur, harapannya titik jenuh bisa teratasi sampai 30 tahun ke depan. Karena ini termasuk proyek nasional, perencanaan jangka panjang harus dipertimbangkan secara matang,” kata Subandi, Jumat (2/10/2026).
Pembahasan mengenai konsep tersebut dilakukan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Kesepakatan ROW Pembangunan Flyover Gedangan bersama sejumlah pihak di Sidoarjo.
Selain membahas kebutuhan ruang untuk enam lajur, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan penyusunan detail engineering design (DED).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber