:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Malang-Timur-Menuju-Kota-Penyangga-150-Industri-Manufaktur-Tumbuh-Pesat-Sejak-Ada-Exit-Tol-Pakis.jpg)
SURYAMALANG.COM, MALANG – Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk kecamatan di wilayah Malang timur, Jawa Timur direncanakan akan tuntas pada akhir 2026 mendatang.
Perkembangan wilayah kecamatan di timur laut Kabupaten Malang, seperti Kecamatan Pakis dan Tumpang, diproyeksikan tidak akan terkejar oleh wilayah lainnya.
Kepastian hukum bagi pengusaha yang akan berinvestasi nantinya telah dilindungi secara resmi melalui aturan RDTR tersebut.
Bahkan, saat ini pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan tersebut sudah mampu mengalahkan kecamatan lain seperti Singosari dan Lawang yang sebelumnya dikenal sebagai pusat industri.
Pergeseran pusat industri manufaktur kini beralih ke arah timur, terutama di Kecamatan Pakis yang tercatat telah berdiri sekitar 150 pabrik serta dibarengi dengan maraknya pembangunan perumahan.
Seiring pesatnya perkembangan tersebut, harga tanah per meter di wilayah ini telah melambung tinggi.
Keberadaan exit tol Malang-Pandaan di Desa Bunut, Kecamatan Pakis, sejak 2019 lalu membuat harga tanah dan properti melonjak melampaui Rp 1 juta per meter persegi.
Kawasan di sekitar pintu tol dan Bandara Abdulrachman Saleh kini telah banyak diburu oleh para pengusaha.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber