
Surabaya (beritajatim.com) – Kabupaten Pamekasan memasuki usia ke-496 tahun. Momentum hari jadi tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk memperkenalkan identitas visual baru melalui logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-496 Kabupaten Pamekasan.
Logo tersebut mengusung tema “Pamekasan Bangkit”. Tak sekadar menjadi penanda perayaan hari jadi, desain logo memuat sejumlah simbol yang merepresentasikan karakter, sejarah, kearifan lokal, hingga arah pembangunan Kabupaten Pamekasan.
Sejumlah elemen sengaja dipadukan dalam satu desain untuk menggambarkan semangat masyarakat Pamekasan dalam menjaga identitas daerah sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Lantas, apa saja makna dan filosofi yang terkandung dalam logo HUT ke-496 Kabupaten Pamekasan?
Bentuk utama logo yang terlihat tegak, kokoh, dan meruncing ke atas terinspirasi dari Monumen Arek Lancor. Ikon tersebut menjadi salah satu simbol kebanggaan masyarakat Pamekasan sekaligus merepresentasikan keberanian dan semangat perjuangan para pahlawan asal daerah tersebut.
Siluet Arek Lancor dalam logo dimaknai sebagai fondasi masyarakat yang kuat. Bentuknya yang menjulang juga menggambarkan kesiapan Pamekasan untuk terus bergerak maju dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Motif batik tulis Pamekasan turut menjadi bagian dari elemen visual logo. Kehadiran unsur tersebut menegaskan identitas budaya sekaligus kekayaan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan ekonomi kreatif masyarakat. Karena itu, motif batik dalam logo menjadi simbol pelestarian kearifan lokal sekaligus potensi ekonomi yang terus dikembangkan.
Elemen berupa undakan atau tangga menggambarkan proses pembangunan yang dilakukan secara bertahap, terstruktur, dan berkelanjutan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber