
Surabaya (ANTARA) – Kawasan industri dan pergudangan terpadu SAFE ‘n’ LOCK Industrial Park Sidoarjo dan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) mencatatkan komitmen investasi Rp2,3 triliun dalam ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2026.
“Komitmen investasi senilai Rp2,3 Triliun ini merupakan bukti antusiasme para investor menyambut KEK di kawasan kami,” kata Direktur Utama PT Makmur Berkah Amanda Tbk (IDX: AMAN), Adi Saputra Tedja Surya, dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu.
Komitmen tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota Kkesepahaman dengan sejumlah investor dari dalam dan luar negeri dalam perhelatan EJIF 2026 di Surabaya.
Investor yang menyatakan komitmen tersebut meliputi PT CJ Logistics Service Indonesia, PT East Java New Energy, PT Importa Jaya Abadi, RUM Seafood, PT Gochem Globalindo, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sidoarjo.
“Kesiapan ekosistem di Halal Industrial Park Sidoarjo juga siap mendukung penuh pemenuhan mandatory halal serta mewujudkan ambisi Jawa Timur sebagai pusat industri halal nasional,” ujarnya.
Tingginya minat investasi tersebut didorong oleh kesiapan kawasan dalam menyambut status KEK, penerapan regulasi wajib halal, serta pengembangan Halal Industrial Park Sidoarjo sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri halal di Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat membuka EJIF 2026 mengatakan komitmen investasi yang telah disepakati perlu ditindaklanjuti menjadi realisasi untuk memperkuat perekonomian daerah.
“Kami berharap komitmen tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi realisasi investasi yang memperkuat struktur ekonomi daerah. Pengembangan investasi perlu didukung ekosistem yang kondusif agar mampu mendorong pertumbuhan industri dan memperluas manfaat ekonomi,” ujar Emil.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pengembangan KEK berperan dalam menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan daya saing investasi nasional serta memberikan kepastian dan kemudahan berinvestasi.
“Kehadiran KEK akan menjadi daya tarik utama bagi penanaman modal, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Pengembangan kawasan tersebut juga sejalan dengan kebijakan KEK yang diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan daya saing investasi, serta memberikan kemudahan dan kepastian bagi investor.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber