
SURABAYA(Kabarjawatimur) – Jalur formal yang tak kunjung mendapat respons membuat pedagang Pasar Buah Tanjungsari persil 77 memilih cara lain untuk menyampaikan aspirasi. Sebuah baliho
SURABAYA (Kabarjawatimur) – Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperlebar akses keluar di kawasan Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan
SURABAYA (Kabarjawatimur) – Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperlebar akses keluar di kawasan Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK).
Pasalnya, penataan akses tersebut berpotensi berdampak terhadap keberadaan sekitar 13 stan pedagang yang selama ini berjualan di kawasan tersebut.
Namun, Anggota Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Tri Didik Adiono, meminta para pedagang tidak perlu khawatir berlebihan. Menurutnya, rencana pelebaran akses memang pernah disampaikan PT KAI, khususnya bidang aset, dalam pembahasan bersama Komisi A DPRD Surabaya.
“Kalau untuk penggusuran itu masih lama. PT KAI, dalam hal ini bidang aset, pernah menyampaikan di komisi memang ada wacana akan dibuat pintu keluar ke sana, diperlebar,” ujar Tri Didik saat ditemui di ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Senin (5/10).
Politisi yang akrab disapa Beldex itu menegaskan, PT KAI telah menyampaikan komitmen untuk tetap mengakomodasi keberadaan pedagang SWK apabila penataan kawasan tersebut nantinya benar-benar dilaksanakan.
Dengan demikian, menurutnya, tidak boleh ada relokasi yang dilakukan secara sepihak tanpa menyiapkan tempat pengganti bagi para pedagang.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber