
Bondowoso (beritajatim.com) — Upaya menghidupkan kembali Bondowoso Republik Kopi (BRK) dinilai tidak cukup berhenti pada promosi dan penguatan merek kopi daerah. Ekosistem pembiayaan dinilai menjadi salah satu kunci agar nilai ekonomi kopi lebih banyak bertahan di Bondowoso.
Pimpinan Cabang Bank Jatim Bondowoso Heru Widodo mengatakan, BRK Reborn harus dibangun sebagai ekosistem ekonomi kopi, bukan sekadar program promosi. Karena itu, perbankan perlu hadir di sepanjang mata rantai usaha, mulai dari petani hingga pelaku usaha di hilir.
“BRK Reborn bukan sekadar bagaimana kopi Bondowoso semakin dikenal, tetapi bagaimana kopi tersebut mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Heru.
Menurut dia, Bank Jatim memiliki posisi strategis sebagai mitra finansial pemerintah daerah. Dukungan itu antara lain melalui akses pembiayaan bagi petani, kelompok tani, koperasi, UMKM pengolah, roastery, kedai hingga pelaku perdagangan kopi.
Pendekatan pembiayaan juga diarahkan tidak hanya kepada individu. Bank Jatim mulai mendorong pembiayaan berbasis klaster atau ekosistem, dengan melihat keterhubungan antara petani, koperasi, pengolah, offtaker, pasar dan arus transaksi usaha.
“Bank Jatim tidak hanya melihat petaninya, tetapi juga koperasinya, pengolahnya, offtakernya, pasarnya, serta arus transaksi usahanya,” ujarnya.
Heru menyebut, pendekatan tersebut penting untuk memperkuat posisi pelaku usaha kopi agar semakin bankable. Digitalisasi transaksi dan pencatatan usaha juga didorong agar aktivitas ekonomi pelaku kopi dapat lebih mudah terhubung dengan sistem keuangan formal.
Di sektor hulu, pembiayaan diarahkan untuk kebutuhan produktif, mulai dari modal kerja budidaya, sarana produksi, pemeliharaan tanaman hingga kebutuhan kelompok tani dan koperasi. Bank Jatim juga melihat pentingnya menghubungkan pembiayaan dengan kepastian pasar melalui koperasi atau offtaker.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber