
SURABAYA(Kabarjawatimur) – Jalur formal yang tak kunjung mendapat respons membuat pedagang Pasar Buah Tanjungsari persil 77 memilih cara lain untuk menyampaikan aspirasi. Sebuah baliho
SURABAYA — Anggota Komisi A DPRD Surabaya sekaligus Ketua Fraksi PKS, Cahyo Siswo Utomo, menyoroti belum meratanya pemahaman generasi muda terhadap program dan dukungan
SURABAYA — Persoalan ketidaksesuaian data desil penerima bantuan sosial kembali menjadi keluhan warga dalam reses anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, di Balai RW XI, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Selasa(6/10/2026).pagi
Dalam reses tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan mulai dari data desil yang dinilai tidak sesuai kondisi ekonomi sebenarnya hingga kebutuhan peralatan Kader Surabaya Hebat (KSH).
Cahyo mengatakan, persoalan desil hampir selalu muncul di sejumlah titik reses yang didatanginya. Warga merasa hasil pemeringkatan tidak menggambarkan kondisi mereka di lapangan.
“Kalau dari keseluruhan, hampir dari titik pertama sampai hari ini, hampir semua titik itu mengeluhkan desil. Mereka merasa desil yang didapat tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Cahyo.
Ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya itu menilai persoalan tersebut perlu direspons dengan penguatan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat. Warga, menurutnya, tidak cukup hanya mengetahui adanya mekanisme sanggah, tetapi juga perlu dibantu dalam proses pengajuannya.
Cahyo menjelaskan, mekanisme pembaruan data melalui musyawarah kelurahan (muskel) bersama perangkat wilayah sebenarnya telah tersedia. Mekanisme tersebut perlu dioptimalkan agar perubahan data benar-benar mencerminkan kondisi warga.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber