
SURABAYA(Kabarjawatimur) – Jalur formal yang tak kunjung mendapat respons membuat pedagang Pasar Buah Tanjungsari persil 77 memilih cara lain untuk menyampaikan aspirasi. Sebuah baliho
SURABAYA — Ledakan yang mengguncang kawasan ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026), menjadi momentum DPRD Surabaya mempertanyakan serius pengawasan keselamatan bangunan oleh
SURABAYA — Ledakan yang mengguncang kawasan ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026), menjadi momentum DPRD Surabaya mempertanyakan serius pengawasan keselamatan bangunan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Lima orang terluka dan puluhan unit ruko terdampak dalam insiden tersebut. Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati meminta Pemkot tidak berhenti pada proses perizinan, tetapi memastikan setiap bangunan yang telah beroperasi memenuhi standar keselamatan dan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Menurut Aning, SLF bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan bangunan aman digunakan masyarakat.
“Harusnya Pemerintah Kota betul-betul mengawal SLF karena menyangkut keselamatan warga Kota Surabaya,” kata Aning, Selasa (6/10/2026).
Ia meminta Pemkot memiliki data yang clear and clean mengenai seluruh bangunan yang wajib memiliki SLF. Data tersebut harus mencakup bangunan yang sudah memiliki SLF, belum mengurus, belum memperpanjang, hingga yang masih bermasalah dalam pemenuhan persyaratan.
Aning menilai pengawasan tidak boleh hanya menyasar pusat perbelanjaan atau bangunan besar. Rumah makan, perkantoran, hingga unit usaha yang beroperasi di kawasan permukiman juga harus masuk dalam pengawasan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber