
Surabaya (beritajatim.com) – Pihak kepolisian memastikan ledakan ruko kuliner nasi di kawasan pertokoan San Antonio Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, diduga dipicu kebocoran gas LPG. Kebocoran tersebut diduga berasal dari selang tabung LPG berukuran 50 kilogram.
Sedikitnya 41 bangunan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengalami kerusakan dengan berbagai skala akibat ledakan tersebut.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, tim Inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim tidak menemukan bahan peledak di TKP.
Selain itu, keterangan korban yang sempat mencium aroma gas turut menguatkan dugaan bahwa ledakan terjadi akibat kebocoran gas.
“Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang memasak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan,” kata Luthfie, Selasa (6/10/2026).
Luthfie memastikan sumber ledakan berasal dari ruko Nasi Tempong Sri Dewi. Di dalam ruko, polisi menemukan tiga tabung gas LPG berukuran 50 kilogram dalam kondisi utuh.
Analisis polisi tersebut diperkuat dengan kondisi ruangan tempat menyimpan tiga tabung LPG 50 kilogram tersebut.
Pantauan beritajatim.com di lokasi, tembok bagian kanan, kiri dan kaca depan ruangan mengalami kerusakan berat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber