Ponorogo (beritajatim.com) – Kekeringan yang masih terjadi di Ponorogo, membuat distribusi air bersih harus diperkuat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bahkan menyiapkan anggaran Rp1,1 miliar untuk menambah satu unit truk tangki pada akhir tahun ini. Armada tambahan tersebut, disiapkan untuk mengejar kebutuhan pasokan air yang terus meningkat di sejumlah wilayah terdampak. Langkah ini diambil, karena kemarau panjang tahun ini membuat penanganan krisis air bersih membutuhkan dukungan armada yang lebih besar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Sugiarto mengatakan, tambahan armada diperlukan untuk meningkatkan mobilitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menyalurkan air bersih. Terlebih, titik wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih terus bertambah, seiring panjangnya musim kemarau. Armada baru diharapkan dapat membuat proses distribusi lebih leluasa.

“Insyaallah direncanakan pengadaan armada untuk mengatasi kekeringan yang memang relatif berdampak luas,” kata Agus Sugiarto, Selasa (6/10/2026).

Kebutuhan distribusi air bersih memang terus meningkat. Hingga 25 September, BPBD Ponorogo tercatat memasok air ke 7 lokasi yang terdampak kekeringan. Volume distribusi rata-rata mencapai sekitar 67 ribu liter setiap minggunya. Kondisi tersebut membuat kebutuhan armada menjadi salah satu perhatian dalam penanganan krisis air bersih di Bumi Reog.

Meski demikian, Agus menyebut armada yang tersedia saat ini masih cukup untuk mendukung mobilitas distribusi. Pemkab tetap akan meningkatkan kapasitas tersebut, sebagai langkah antisipasi jika dampak kekeringan semakin meluas. Penambahan armada dinilai penting, agar distribusi air tidak terkendala ketika kebutuhan meningkat.

“Sementara untuk mobilitas cukup. Tapi tetap ditingkatkan lagi,” ungkap Ugin, sapaan karib Agus Sugiarto.

Penanganan kekeringan juga tidak hanya diarahkan pada dropping air bersih. Pemkab Ponorogo bersama BPBD tengah memetakan wilayah yang rawan mengalami krisis air secara berulang. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan bentuk intervensi yang lebih permanen. Langkah itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan air saat musim kemarau. Sejumlah opsi penanganan mulai dikaji. Di antaranya pembangunan sumur dalam serta perluasan jaringan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Sumber air terdekat juga akan dipertimbangkan untuk memperluas akses jaringan tersebut. (end/aje)

document.getElementById(“comment”).setAttribute( “id”, “a88878e7ed3b6cbd14b5c7567481b6de” );document.getElementById(“f98b4317b4”).setAttribute( “id”, “comment” );

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *