Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan penurunan stunting benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

Menurut data bulan timbang yang disampaikan dalam arahan tersebut, persentase stunting di Kabupaten Kediri menunjukkan tren penurunan.

Pada Desember 2025, angkanya tercatat 8,04 persen. Kemudian turun menjadi 7,67 persen pada Februari 2026 dan kembali turun menjadi 7,47 persen pada Agustus 2026.

Meski secara persentase menunjukkan penurunan, Mas Dhito menekankan agar jajaran pemerintah daerah tidak berhenti pada angka persentase. Ia meminta kondisi anak yang mengalami stunting di lapangan benar-benar diperiksa dan dipastikan perkembangannya.

Mas Dhito meminta data penurunan stunting disusun berdasarkan kondisi sebenarnya. Ia bahkan mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar tidak hanya menyampaikan angka yang terlihat baik secara administratif.

“Jangan sampai penurunan itu cuma buat nyeneng-nyenengin bupati, kalau sampai saya tahu betul di lapangan realnya angka stunting tidak terjadi penurunan signifikan, angka pertumbuhan stunting juga tidak bisa dihentikan maka ada konsekuensi yang harus ditanggung,” kata Mas Dhito.

Ia meminta seluruh perangkat daerah memiliki visi yang sama dalam menangani persoalan tersebut. Penanganan tidak hanya diarahkan untuk menurunkan jumlah anak yang sudah masuk kategori stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru.

Upaya pencegahan tersebut berkaitan dengan growth stunting, yakni kondisi ketika pertumbuhan anak terganggu sehingga berpotensi menambah jumlah kasus jika tidak segera ditangani.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *