Mojokerto (beritajatim.com) – Kesadaran masyarakat Kabupaten Mojokerto dalam memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi tergolong sangat tinggi. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, sebanyak 97,91 persen bayi berusia 0–23 bulan tercatat pernah mendapatkan ASI.

Capaian impresif ini menegaskan bahwa sebagian besar orang tua di wilayah Mojokerto semakin memahami peran krusial ASI dalam menunjang tumbuh kembang serta kesehatan balita.

Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menjelaskan bahwa hanya 2,09 persen bayi usia 0–23 bulan yang tercatat tidak pernah diberi ASI. Selain tingginya cakupan, durasi pemberian ASI eksklusif tanpa makanan pendamping pada bayi usia 0–11 bulan juga naik sekitar 18–19 hari dibandingkan periode sebelumnya.

“Data Susenas Maret 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar bayi lahir yang berusia 0–23 bulan pernah diberi ASI, yaitu sebesar 97,91 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Kabupaten Mojokerto sudah menyadari pentingnya pemberian ASI pada bayi,” kata Dwi Yuhenny pada Kamis (8/10/2026).

Pada 2025, rata-rata bayi usia 0–11 bulan di Mojokerto menerima ASI eksklusif selama 5 bulan 15 hari. Dwi Yuhenny menekankan bahwa pemenuhan asupan gizi melalui ASI eksklusif menjadi modal utama daerah dalam menekan angka stunting atau tengkes.

“ASI mengandung berbagai nutrisi dan zat kekebalan tubuh yang membantu bayi melawan infeksi dan penyakit. Pemberian ASI juga berkaitan dengan upaya pencegahan stunting. Kekurangan gizi kronis pada balita merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan stunting, sementara pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kondisi tersebut,” jelasnya.

Menariknya, tren pemberian ASI ini terjadi merata di seluruh tingkatan ekonomi. Pada kelompok 40 persen rumah tangga berpenghasilan terbawah, 100 persen tercatat memberikan ASI kepada bayinya.

“Pada kelompok 40 persen rumah tangga dengan pengeluaran terbawah, seluruh rumah tangga tercatat memberikan ASI kepada bayi. Kondisi ini menunjukkan bahwa ASI tidak hanya menjadi pilihan dari sisi kesehatan, tetapi juga dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan bayi,” tambah Yuhenny.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *