SURYA.CO.ID, JEMBER – Laporan keretakan permukaan aspal di kawasan Gunung Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, direspons cepat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Retakan jalan nasional penghubung Jember dan Banyuwangi itu terdeteksi membentang sepanjang 30 meter dengan celah selebar 1 hingga 2 sentimeter.

Kondisi fisik jalan pada saat ini berpotensi membahayakan para pengguna jalan jika tidak segera diantisipasi dengan serius.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, memperingatkan bahwa retakan itu berpotensi makin parah ketika memasuki musim hujan.

Apalagi lintasan vital ini setiap harinya terus disesaki bus AKDP, bus AKAP, kendaraan pribadi, hingga armada angkutan berbobot berat.

Sebab, jalur itu merupakan urat nadi transportasi penghubung antarprovinsi Pulau Jawa dan Pulau Bali di wilayah selatan.

“Kalau dilihat saat ini sepertinya memang tidak berbahaya, namun kita harus melihat kondisi ketika musim hujan, apalagi jika jalur ini dilewati kendaraan setiap hari,” kata Edy, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan asesmen Tim Reaksi Cepat BPBD Jember, titik retakan berada di KM 33 tepat di atas tikungan tower TVRI dari arah Jember.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *